Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami tekanan pada perdagangan awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok, sementara nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Tekanan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga tinggi AS yang masih membayangi pasar. Penguatan dolar AS membuat aliran modal asing keluar dari sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Kapolri Bongkar Kekuatan Polri Dukung MBG, Sudah Punya 1.376 SPPG↗
Selain faktor global, sentimen domestik juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Investor disebut masih mencermati kondisi fiskal, stabilitas ekonomi nasional, hingga perkembangan geopolitik yang dapat berdampak terhadap arus investasi.
Pelemahan rupiah membuat pelaku pasar semakin berhati-hati, terutama terhadap sektor yang bergantung pada impor dan utang berbasis dolar AS. Sementara itu, tekanan pada IHSG terjadi di sejumlah sektor saham unggulan seperti perbankan, teknologi, dan komoditas.
Baca Juga: Warung Mi Babi di Sukoharjo Didemo Warga, Pengelola Akhirnya Buka Suara↗
Meski begitu, analis menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Pemerintah dan Bank Indonesia juga diyakini terus memantau kondisi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar serta kepercayaan investor.
source: IHSG Anjlok dan Rupiah Terjun: Ini Penyebab Tekanan Pasar Keuangan RI↗

