Inggris melaporkan telah melacak ↗dan mencegah tiga kapal selam Rusia ↗dalam "operasi rahasia" selama sebulan ↗di perairan Inggris↗. Operasi tersebut dilakukan di Atlantik Utara dekat kabel dan pipa bawah laut yang vital. Namun, diketahui tidak ada bukti bahwa kapal-kapal Rusia telah merusak infrastruktur bawah laut. Dikutip dari AFP, Kamis (9/4/2026), Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengungkapkan operasi tersebut adalah misi gabungan dengan Norwegia dan sekutu lain yang tidak disebutkan. Misi ini melibatkan sekitar 500 personel Inggris dengan pesawat-pesawat yang terbang lebih dari 450 jam, ditambah sebuah fregat angkatan laut yang menempuh jarak beberapa ribu mil.
Menurutnya operasi tersebut bertujuan untuk "mengungkap aktivitas Rusia" dan mengirim pesan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. "Kami melihat aktivitas Anda di atas kabel dan pipa kami, dan Anda harus tahu bahwa setiap upaya untuk merusaknya tidak akan ditoleransi dan akan memiliki konsekuensi serius," kata Healey dalam konferensi pers di Downing Street. Dia menegaskan telah mengerahkan angkatan bersenjata Inggris untuk melacak dan mencegah aktivitas ilegal apa pun oleh kapal-kapal itu. "Kami telah mengungkap operasi rahasia tersebut. Kami telah menjelaskan kepadanya (Putin) dan kapal selamnya bahwa kami telah mengawasi mereka di setiap langkah," ujar Healey.
Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan, Inggris dan sekutunya melacak kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Akula Rusia dan dua kapal selam khusus dari Direktorat Utama Penelitian Laut Dalam Rusia (GUGI) GUGI adalah salah satu fasilitas paling rahasia Rusia, yang bertanggung jawab atas pemantauan laut di bawah permukaan dan kapal selam mata-mata mini bertenaga atom di perairan dalam.
Kementerian Pertahanan juga menerbitkan gambar yang telah dideklasifikasi dari kapal-kapal GUGI bersama dengan detail misi pelacakan.
Healey menyebut kapal selam serang Rusia itu kemungkinan besar adalah umpan untuk mengalihkan perhatian dari dua kapal spesialis, yang dirancang untuk mensurvei infrastruktur bawah laut selama masa damai dan menyabotase infrastruktur tersebut dalam konflik. "Kami ingin memastikan untuk memperingatkan mereka bahwa operasi rahasianya telah terbongkar dan mengurangi risiko bila mereka mungkin mencoba tindakan apa pun yang dapat merusak pipa atau kabel kami," tegas Healey.

