Kecamuk perang Iran melawan Amerika ↗Serikat (AS) dan Israel↗ yang telah berlangsung hampir selama enam pekan telah mencapai babak baru yakni gencatan senjata yang diumumkan pada Rabu (8/4/2026). Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut gencatan senjata selama dua pekan tersebut menjadi kemenangan ↗dan Washington telah mencapai tujuannya↗. Namun, di balik klaim tersebut, gencatan senjata ini menghadirkan realitas baru yakni pemerintah Iran semakin mengakar dan memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.
Kondisi ini memberikan Teheran pengaruh besar terhadap pasar energi global dan negara-negara tetangga di kawasan Teluk, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (8/4/2026).
Selat Hormuz, jalur bagi seperlima minyak dan gas dunia, kini tidak lagi sekadar menjadi perairan internasional yang dipantau, melainkan jalur yang aturannya didikte oleh Iran. Teheran kini berfungsi sebagai "penjaga gerbang" de facto yang berkuasa menentukan kapal mana yang boleh lewat, bahkan berencana mengenakan biaya keamanan bagi kapal yang melintas.
Cendekiawan Timur Tengah, Fawaz Gerges, memberikan kritik tajam terhadap hasil konflik ini. Kepada Reuters, dia menyebut langkah AS tidak membuahkan hasil yang diinginkan. "Perang ini akan diingat sebagai kesalahan strategis fatal bagi Trump. Sebuah langkah yang konsekuensinya mengubah peta kawasan dengan cara yang tidak terduga," ujar Gerges. Dia juga mempertanyakan efektivitas serangan militer AS-Israel terhadap stabilitas rezim di Teheran. "Apa yang sebenarnya dicapai oleh perang AS-Israel ini? Perubahan rezim di Teheran? Tidak. Penyerahan diri Iran? Tidak. Pembatasan stok uranium Iran? Tidak. Pengakhiran dukungan Teheran terhadap sekutu regionalnya? Tidak," tegas Gerges.
Meskipun ekonomi Iran hancur dan infrastrukturnya luluh lantak akibat bom AS dan Israel, kepemimpinan Iran tetap memegang kendali penuh. Iran dinilai mampu menyerap serangan sambil mempertahankan instrumen kekuasaan intinya, termasuk produksi rudal, drone, dan dukungan bagi milisi regional di Lebanon, Irak, hingga kelompok Houthi di Yaman.

