Tersendatnya distribusi yang melalui Selat ↗Hormuz bukan hanya membuat kapal tanker minyak berhenti beroperasi. Perang Iran menimbulkan ↗efek domino bagi pasokan pupuk dunia. Masih harus dilihat apakah gencatan senjata ↗sementara yang dicapai pada Rabu (8/4/2026) benar?benar mengurangi hambatan ini secara signifikan↗. Hampir setengah dari urea yang diperdagangkan di dunia, jenis pupuk berbasis nitrogen yang paling banyak digunakan, berasal dari kawasan Teluk. Dari kawasan yang sama juga memproduksi sekitar seperlima pasokan gas alam cair dunia (LNG).
"Ini benar?benar hanya satu langkah lagi menuju skenario terburuk," kata Josh Linville, analis pasar pupuk global dari perusahaan komoditas StoneX, kepada DW.
Pabrik pupuk dan LNG dari Qatar hingga Bangladesh sudah mulai menghentikan produksinya. Apa yang akan terjadi selanjutnya sangat bergantung pada seberapa cepat Selat Hormuz kembali dibuka setelah kesepakatan gencatan senjata dua minggu tercapai. Dengan kekurangan bahan bakar dan masalah pupuk yang terjadi bersamaan, harga pangan sangat mungkin naik, dan negara?negara termiskin di dunia akan paling merasakan dampaknya. Sementara itu, pemerintah dan petani dihadapkan pada pilihan?pilihan sulit untuk beradaptasi.
Solusi tercepat adalah pemerintah di seluruh dunia dapat menggunakan berbagai kebijakan pasar untuk mencoba mengendalikan pasokan atau permintaan. India memiliki cadangan beras dan gandum yang besar dan bisa dimanfaatkan jika pasokan menurun. China, sebagai produsen pupuk terbesar di dunia, menyimpan cadangan pupuk dalam jumlah sangat besar. Ketika harga pupuk naik, beberapa pemerintah juga mampu menanggung biaya tersebut sehingga tidak seluruhnya dibebankan kepada petani. Saat Rusia pertama kali menginvasi Ukraina pada 2022 dan memicu guncangan besar pasokan pupuk, India menaikkan subsidi pupuknya hingga 233 persen di atas anggaran awal. Banyak negara juga dapat membatasi perdagangan untuk memprioritaskan kebutuhan domestik, seperti yang beberapa kali dilakukan China sejak 2021. Masalahnya, banyak dari opsi ini bersifat zero?sum. Ketika negara seperti China menimbun pupuk atau memilih tidak mengekspor, kondisi itu memang membantu produsen dalam negeri, tetapi sekaligus merugikan petani di negara lain. Selain itu, opsi?opsi ini umumnya hanya tersedia bagi negara yang lebih kaya. India mampu memberikan subsidi pupuk, tetapi negara tetangganya seperti Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka kemungkinan besar tidak mampu.

